Berikut Solusi Pemerintah Agar Anak Tidak Kecanduan Bermain Game Online

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini teknologi sudah berkembang dengan sangat pesat, dan setiap tahun pasti ada saja gebrakan dan pembaruan dari dunia teknologi.

Transformasi kecanggihan teknologi memang merupakan bentuk nyata dari keajaiban dunia, contoh nyata dari transformasi teknologi yakni dahulu seseorang berkomunikasi menggunakan surat kantor pos, tetapi saat ini seseorang dapat melakukan aktivitas komunikasi hanya dengan menggunakan alat telepon genggam.

Sebagai informasi bahwa teknologi sudah menjadi sahabat kita dalam kehidupan sehari-hari, pasalnya setiap kegiatan yang akan kita lakukan pasti membutuhkan teknologi, contohnya yakni seperti diskusi dengan teman di sosial media, mencari informasi di internet, melakukan transaksi dengan teknologi m-banking atau semacamnya, dan masih banyak lagi.

Saat ini kecanggihan teknologi juga sudah dirasakan oleh banyak kalangan usia, seperti anak kecil, remaja, dewasa, dan orang tua.

Dunia teknologi memang membawa banyak manfaat dan dampak positif bagi kehidupan manusia, tetapi tidak baik juga jika seseorang terlalu kecanduan teknologi sampai lupa waktu dan lupa dengan kehidupan sosial yang sesungguhnya.

Diketahui, saat ini banyak sekali orang tua yang mengeluh karena anaknya terlalu kecanduan dalam dunia teknologi, kecanduan yang dimaksud ialah seperti bermain sosial media dan bermain game sampai ber jam-jam, bahkan bisa bermain hingga seharian penuh sehingga lupa makan atau istirahat.

Hal tersebut sangat tidak baik untuk kondisi kesehatan dan mental seseorang, khususnya bagi usia muda yakni seperti anak-anak dan remaja.

Oleh karena itu, pendidikan edukasi tentang penggunaan teknologi yang tepat memang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak orang tua yang bertanya-tanya tentang bagaimana mereka dapat mengajari anaknya tentang pembatasan waktu saat bermain game atau bermain sosial media yang tepat.

Baru-baru ini, pemerintah telah resmi menemukan solusi yang tepat agar anak-anak tidak terlalu kecanduan dalam bermain game atau bermain sosial media.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan, pemerintah telah menaruh perhatian khusus terhadap anak-anak atau generasi muda yang terlalu kecanduan dalam dunia teknologi seperti bermain game atau bermain sosial media.

Wihaji menjelaskan, pemerintah ingin mendidik anak-anak untuk dapat menggunakan waktu kesehariannya dengan tepat dan bermanfaat, seperti belajar, membaca buku pengetahuan, dan berinteraksi sosial kepada keluarga orang terdekat kita.

Menurut Wihaji, perhatian khusus dari pemerintah untuk anak-anak yang kecanduan game ini merupakan bentuk nyata dari aksi pemerintah dalam menyelamatkan generasi muda dan generasi penerus bangsa.

Wihaji mengaku bahwa pemerintah ingin anak-anak menjadi generasi emas dan generasi yang penuh dengan pengetahuan, agar mereka dapat bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Disisi lain, Wihaji juga menjelaskan bahwa solusi yang ditawarkan pemerintah untuk mengatasi anak-anak yang kecanduan game ialah dengan menggelar akademi keluarga.

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa akademi keluarga akan digelar secara serentak pada beberapa bulan kedepan, akademi keluarga juga akan digelar di semua jenjang, yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Perguruan Tinggi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji pada acara Gebyar Mental Sehat Remaja Indonesia di Jakarta, pada Kamis, 14 Agustus 2025.

 

Bijak Dalam Bermain Dunia Digital

Menteri Wihaji

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan, seluruh masyarakat harus mempunyai kontrol dan kebijakan penuh dalam bermain dunia digital.

Wihaji menjelaskan, handphone itu lebih dari 7-8 jam kita pegang, itu akan memengaruhi otak dan membentuk mental kita. Saya setuju bahwa remaja adalah kekuatan, oleh karena itu harus diedukasi dengan baik, diberi penjelasan, ruang, tempat, dan kesempatan untuk mencurahkan pikiran, sekaligus diberikan apresiasi buat mereka.

Wihaji juga mengaku bahwa game adalah permainan yang dapat menyebabkan kita berperilaku menyimpang, karena dalam game tersebut kita menemukan banyak karakter dan sifat yang berbeda-beda.

Menurut Wihaji, game adalah sistem untuk hiburan saja, dan hanya dilakukan cukup 30 menit sampai 1 jam saja, kalau berlebihan itu namanya sudah kecanduan dan berbahaya bagi kesehatan dan mental kita.

Wihaji mengaku bahwa dirinya baru saja bertemu dengan siswi keals 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Semarang yang sangat kecanduan dalam bermain game online, dan kecanduan game yang dialami oleh siswi tersebut membuatnya berperilaku buruk, seperti sering marah-marah sendiri, sering berkata kasar, sering tidak masuk kelas, berani membantah orang tua, dan sering begadang.

Hal ini merupakan bentuk nyata dari dampak buruk terlalu kecanduan dalam bermain game, oleh karena itu, kita harus dapat membatasi bermain game dan mempunyai kontrol penuh atas diri kita masing-masing agar kita tidak terpengaruh oleh dunia game.

Related posts